Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Qunut Witir


Definisi Qunut

Secara etimologi, qunut bermakna banyak. Ada lebih dari sepuluh makna sebagaimana nukilan Al-Hâfizh Ibnu Hajar, dari Al-Iraqy, dan Ibnul Araby.
Makna-makna tersebut adalah: 
  1. Doa,
  2. Khusyu’,
  3. Ibadah,
  4. Taat,
  5. Pelaksanaan ketaatan,
  6. Penetapan ibadah kepada Allah,
  7. Diam,
  8. Shalat,
  9. Berdiri,
  10. Lama berdiri, dan 
  11. Kontinu  dalam ketaatan. [Juga ada makna-makna lain yang dapat dilihat dalam Tafsir Al-Qurthuby 2/1022, Mufradât Al-Qur`ân hal. 428 karya Al-Ashbahâny, dan lain-lain.]
Adapun secara terminologi, qunut bermakna seperti yang disebutkan oleh Al-Hâfizh Ibnu Hajr Al-Asqalâny rahimahullâh, “Doa dalam shalat pada tempat khusus dalam keadaan berdiri.” [Bacalah Fathul Bâry 2/490.]
Makna secara terminologi inilah yang diinginkan oleh para ulama fiqih dan kebanyakan ulama lain dalam buku-buku mereka. [Lihatlah Zâdul Ma’ad 1/283 karya Ibnul Qayyim.]

Minggu, 22 Juli 2012

Jumlah Rakaat Shalat Witir




Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang jumlah rakaat shalat Witir Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya adalah:
Dari ‘Abdullah bin Abi Qais radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata,
قُلْتُ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا بِكَمْ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوْتِرُ قَالَتْ كَانَ يُوْتِرُ بِأَرْبَعٍ وَثَلَاثٍ وَسِتٍّ وَثَلَاثٍ وَثَمَانٍ وَثَلَاثٍ وَعَشْرٍ وَثَلَاثٍ وَلَمْ يَكُنْ يُوْتِرْ بِأَنْقَصَ مِنْ سَبْعٍ وَلَا بِأَكْثَرَ مِنَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ.
“Saya berkata kepada ‘Aisyah, Berapa (rakaat) kebiasaan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam hal mengerjakan shalat Witir? Beliau menjawab, Adalah beliau mengerjakan shalat Witir sebanyak empat dan tiga (rakaat), sebanyak enam dan tiga (rakaat), sebanyak delapan dan tiga (rakaat), serta sebanyak sepuluh dan tiga (rakaat). Beliau tidaklah pernahmengerjakan shalat Witir sebanyak kurang dari tujuh (rakaat) dan tidak (pula) lebih dari tiga belas (rakaat).’. [Diriwayatkan oleh Ahmad 6/149, Ishâq bin Râhawaih 3/no. 1667, Abu Dâud no. 1362, Ath-Thahâwy 1/285, Al-Baihaqy 3/28, dan lain-lain. Sanadnya jayyid menurut Syaikh Al-Albâny dalam Shalâtut Tarâwîh hal. 83-84 (cet. kedua), dan dihasankan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jâmi’ Ash-Shahîh 2/162-163.]

Syariat Shalat Tarawih Secara Berjamaah



Ada beberapa hadits yang menunjukkan tentang syariat pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah. Di antara hadits-hadits itu adalah sebagai berikut.
Dari Abu Dzar Al-Ghifâry radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata,
صُمْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئَا مِنَ الشَّهْرِ حَتَّى بَقِيَ سَبْعٌ فَقَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ فَلَمَّا كَانَتِ السَّادِسَةُ لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا كَانَتِ الْخَامِسَةُ قَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا قِيَامَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ قَالَ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ قَالَ فَلَمَّا كَانَتِ الرَّابِعَةُ لَمْ يَقُمْ فَلَمَّا كَانَتِ الثَّالِثَةُ جَمَعَ أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ وَالنَّاسَ فَقَامَ بِنَا حَتَّى خَشِيْنَا أَنْ يَفُوْتَنَا الْفَلَاحُ قَالَ قُلْتُ مَا الْفَلَاحُ قَالَ السَّحُوْرُ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِنَا بَقِيَّةَ الشَّهْرِ
“Kami berpuasa Ramadhan bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak berdiri (untuk mengerjakan shalat Lail) bersama kami sedikit pun dari bulan itu, kecuali setelah tujuh hari tersisa, kemudian beliau berdiri (untuk mengimami) kami sampai sepertiga malam berlalu. Lalu, ketika malam keenam (dari malam yang tersisa,-pent.), beliau tidak berdiri (untuk mengimami) kami. Selanjutnya, saat malam kelima (dari malam yang tersisa,-pent.),

Selasa, 16 Agustus 2011

Tarawih: 8 Raka'at atau 20 Raka'at?


Bismillah ...

Sebelum kita masuk pada pembahasan "Mana yang afdhol sholat Tarawih 8 (delapan) atau 20 (dua puluh) raka'at", marilah kita mengerti dulu apa itu sholat Tarawih. “Tarawih” dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari تَرْوِيحَةٌ (Tarwiihah-tun), yang berarti waktu sesaat untuk istirahat. (Lisanul ‘Arab, 2/462 dan Fathul Bari, 4/294).

Dan تَرْوِيحَةٌ pada bulan Ramadhan dinamakan demikian karena para jamaah beristirahat setelah melaksanakan shalat tiap-tiap empat rakaat. Artinya,

Rabu, 27 Januari 2010

Hukum-hukum Dalam Sholat


Bismillahirohmaanirrohiim …

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa baraqatuh

Pada pelajaran selanjutnya ini, kita akan diajak untuk mengetahui hukum-hukum (ketentuan) dalam melaksanakan ibadah sholat. Agar nanti insya Allah diharapkan saudara-saudaraku yang seiman sudah dapat belajar sholat dengan baik dan tertib.

Ini adalah ringkasan dari tata cara shalat yang diajarkan oleh Rasullah Salallahu ‘alaihi wasallam. Sebagian besar kita nukilkan dari buku Sifat Shalat Nabi yang ditulis oleh Syaikh Al-Albani. Kemudian kita tambahkan hukum dari setiap gerakan dan bacaan shalat tersebut dari penjelasan
 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Recommended Post Slide Out For Blogger

Link Dakwah Sunnah

IP

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service