Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Desember 2012

Beberapa Hukum Seputar Muharram



Bismillah ...
Muharram adalah salah satu di antara empat bulan haram dalam setahun yang Allah ‘Azza wa Jalla terangkan dalam firman-Nya,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam (keempat bulan) itu.” [At-Taubah: 36]
Telah sah dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bahwa empat bulan haram yang dimaksud adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. [Sebagaimana dalam hadits Abu Bakrah riwayat Al-Bukhâry dan Muslim]
Kehadiran bulan Muharram bagi seorang muslim dan muslimah adalah suatu hal yang patut disyukuri dan senantiasa kita ingat. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan banyak keutamaan dan ketentuan berkaitan dengan bulan Muharram ini. Di antaranya adalah:

Minggu, 21 Oktober 2012

Hukum-Hukum Seputar Qurban (Kitab Adhahiy Shahih Al-Bukhary)



Bismillah .....
Berikut ini rekaman kajian Hukum-Hukum Seputar Qurban yang diambil dari Kajian Kitab Adhahiy Shahih Al-Bukhary yang dibawakan di Mahad As-Sunnah Makassar Tahun1432 H/2011.  Semoga dapat diambil banyak faedah di dalamnya.
 1. Kitab Adhahiy Shahih Bukhary Download
 2. Kitab Adhahiy Shahih Bukhary Download
 3. Kitab Adhahiy Shahih Bukhary Download
 4. Kitab Adhahiy Shahih Bukhary Download
 5. Tanya Jawab Download

Minggu, 07 Oktober 2012

Syariat Berqurban



Bismillah ...
Berqurban adalah salah satu ibadah yang disyariatkan dalam Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam serta tergolong simbol Islam yang disepakati oleh para ulama akan anjurannya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu, dan berqurbanlah.” [Al-Kautsar: 2]
Tatkala menjelaskan makna ayat di atas, Ibnu Jarîr Ath-Thabary rahimahullâh berkata, “Jadikanlah, (wahai Muhammad), shalatmu seluruhnya ikhlas hanya untuk Rabb-mu tanpa (siapapun) yang bukan Dia, di antara sekutu-sekutu dan sembahan-sembahan. Demikian pula sembelihanmu, jadikanlah hanya untuk-Nya, tanpa berhala-berhala, sebagai kesyukuran kepada-Nya terhadap segala sesuatu yang Allah berikan kepadamu, berupa kemuliaan dan kebaikan yang tiada bandingannya, dan Dia mengkhususkan engkau dengannya, yaitu pemberian Al-Kautsar kepadamu.”[Tafsir Ibnu Jarîr 24/696. Dalam Tafsir-nya 8/504, Ibnu Katsîr menganggap bahwa ucapan Ibnu Jarîr di atas sangatlah indah.]

Senin, 17 September 2012

Agar Bacaan Al-Qur`an Lebih Menyentuh Hati



Bismillah ...
Allah Subhânahu wa Ta’âlâ memerintahkan Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dalam firman-Nya,
وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا
“Dan bacakanlah apa-apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al-Qur`an). Tiada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain Dia.” [Al-Kahf: 27]
Juga dalam firman-Nya,
إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ. وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ
“Aku hanya diperintah untuk menyembah Rabb negeri (Makkah) ini Yang telah menjadikan (negeri) itu suci, dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu. Serta, aku diperintah agar aku tergolong sebagai orang-orang yang berserah diri, dan supaya aku membacakan Al-Qur`an (kepada manusia).” [An-Naml: 91-92]
Kepada kaum mukminin, Allah ‘Azza wa Jalla menganjurkan,

Kamis, 09 Agustus 2012

Kaidah dalam Mengubah Ciptaan Allah



Pertanyaan
Ana belum lama mempelajari manhaj ahlussunnah wal jamaah. Ana mau tanya, apakah boleh memakai kawat gigi jika gigi tersebut mengalami pergeseran dari semula tidak bertumpuk menjadi bertumpuk dan terlihat buruk serta mengganggu proses pengunyahan/pencernaan jika tidak ada pemeliharaan? Mohon Jawabannya. Jazakallohu khairan.
Jawaban
Masalah yang disebutkan oleh penanya adalah hal yang banyak dipertanyakan dengan bentuk-bentuk yang serupa, seperti mengubah alis, operasi bibir sumbing, atau operasi kulit.
Kaidah pokok dalam mengukur masalah-masalah di atas adalah:
Pertama, mengubah ciptaan Allah pada manusia adalah hal yang diharamkan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ
“Tiada perubahan pada ciptaan Allah. [Ar-Rûm: 30]
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Minggu, 05 Agustus 2012

Qunut Witir


Definisi Qunut

Secara etimologi, qunut bermakna banyak. Ada lebih dari sepuluh makna sebagaimana nukilan Al-Hâfizh Ibnu Hajar, dari Al-Iraqy, dan Ibnul Araby.
Makna-makna tersebut adalah: 
  1. Doa,
  2. Khusyu’,
  3. Ibadah,
  4. Taat,
  5. Pelaksanaan ketaatan,
  6. Penetapan ibadah kepada Allah,
  7. Diam,
  8. Shalat,
  9. Berdiri,
  10. Lama berdiri, dan 
  11. Kontinu  dalam ketaatan. [Juga ada makna-makna lain yang dapat dilihat dalam Tafsir Al-Qurthuby 2/1022, Mufradât Al-Qur`ân hal. 428 karya Al-Ashbahâny, dan lain-lain.]
Adapun secara terminologi, qunut bermakna seperti yang disebutkan oleh Al-Hâfizh Ibnu Hajr Al-Asqalâny rahimahullâh, “Doa dalam shalat pada tempat khusus dalam keadaan berdiri.” [Bacalah Fathul Bâry 2/490.]
Makna secara terminologi inilah yang diinginkan oleh para ulama fiqih dan kebanyakan ulama lain dalam buku-buku mereka. [Lihatlah Zâdul Ma’ad 1/283 karya Ibnul Qayyim.]

Download Kajian: Pembahasan Zakat Fitri


Silahkan mengunduh rekaman Pembahasan Zakat Fitri:
  1. Pembahasan Zakat Fitri
  2. Pembahasan Zakat Fitri

Definisi Lailatul Qadr


Frasa lailatul qadr terdiri dari dua kata, yaitu kata laila dan kata al-qadr. [Uraian makna lailatul qadr secara bahasa, yang akan kami sebutkan, terangkum dari Lisanul ‘Arab karya Ibnu Manzhur, Mu’jam Maqâ`is Al-Lughah karya Ibnu Faris,Taji Al-‘Arus karya Az-Zabidy, Al-Mufradat karya Ar-Raghib Al-Ashbahâny, Kasyful Litsam Syarh ‘Umdatul Ahkâm 4/26-27 karya As-Safariny, dan selainnya. Baca jugalah Lailatul Qadr hal. 11-12 karya Muhammad Shabbah Manshur dan Suthû’ Al-Badr bi Fadhâ`il Lailatil Qadr hal. 9-11 karya Ibrahim Al-Hazimy. ]
Laila berarti malam hari. Dalam bahasa Arab, penggunaan kata malam hari bermula dari terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar subuh.
Terkadang, dalam bahasa Arab, kata malam hari digunakan terhadap malam hari bersama siangnya, demikian pula sebaliknya bahwa kata siang hari kadang dimaksudkan dengan siang hari bersama malamnya sebagaimana digunakan dalam Al-Qur`an pada kisah Nabi Zakariya bahwa AllahSubhânahu wa Ta’âlâ berfirman,

Minggu, 22 Juli 2012

Jumlah Rakaat Shalat Witir




Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang jumlah rakaat shalat Witir Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya adalah:
Dari ‘Abdullah bin Abi Qais radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata,
قُلْتُ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا بِكَمْ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوْتِرُ قَالَتْ كَانَ يُوْتِرُ بِأَرْبَعٍ وَثَلَاثٍ وَسِتٍّ وَثَلَاثٍ وَثَمَانٍ وَثَلَاثٍ وَعَشْرٍ وَثَلَاثٍ وَلَمْ يَكُنْ يُوْتِرْ بِأَنْقَصَ مِنْ سَبْعٍ وَلَا بِأَكْثَرَ مِنَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ.
“Saya berkata kepada ‘Aisyah, Berapa (rakaat) kebiasaan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam hal mengerjakan shalat Witir? Beliau menjawab, Adalah beliau mengerjakan shalat Witir sebanyak empat dan tiga (rakaat), sebanyak enam dan tiga (rakaat), sebanyak delapan dan tiga (rakaat), serta sebanyak sepuluh dan tiga (rakaat). Beliau tidaklah pernahmengerjakan shalat Witir sebanyak kurang dari tujuh (rakaat) dan tidak (pula) lebih dari tiga belas (rakaat).’. [Diriwayatkan oleh Ahmad 6/149, Ishâq bin Râhawaih 3/no. 1667, Abu Dâud no. 1362, Ath-Thahâwy 1/285, Al-Baihaqy 3/28, dan lain-lain. Sanadnya jayyid menurut Syaikh Al-Albâny dalam Shalâtut Tarâwîh hal. 83-84 (cet. kedua), dan dihasankan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jâmi’ Ash-Shahîh 2/162-163.]

Syariat Shalat Tarawih Secara Berjamaah



Ada beberapa hadits yang menunjukkan tentang syariat pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah. Di antara hadits-hadits itu adalah sebagai berikut.
Dari Abu Dzar Al-Ghifâry radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata,
صُمْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئَا مِنَ الشَّهْرِ حَتَّى بَقِيَ سَبْعٌ فَقَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ فَلَمَّا كَانَتِ السَّادِسَةُ لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا كَانَتِ الْخَامِسَةُ قَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا قِيَامَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ قَالَ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ قَالَ فَلَمَّا كَانَتِ الرَّابِعَةُ لَمْ يَقُمْ فَلَمَّا كَانَتِ الثَّالِثَةُ جَمَعَ أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ وَالنَّاسَ فَقَامَ بِنَا حَتَّى خَشِيْنَا أَنْ يَفُوْتَنَا الْفَلَاحُ قَالَ قُلْتُ مَا الْفَلَاحُ قَالَ السَّحُوْرُ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِنَا بَقِيَّةَ الشَّهْرِ
“Kami berpuasa Ramadhan bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak berdiri (untuk mengerjakan shalat Lail) bersama kami sedikit pun dari bulan itu, kecuali setelah tujuh hari tersisa, kemudian beliau berdiri (untuk mengimami) kami sampai sepertiga malam berlalu. Lalu, ketika malam keenam (dari malam yang tersisa,-pent.), beliau tidak berdiri (untuk mengimami) kami. Selanjutnya, saat malam kelima (dari malam yang tersisa,-pent.),

Minggu, 15 Juli 2012

Download Kajian: Bekal Penting Jelang Ramadhan

Bismillah ...
Berikut tautan unduh rekaman Kajian”Bekal Penting Jelang Ramadhan", Kitab Puasa dari Shahih Al-Bukhary” yang diselenggarakan di Ma’had As-Sunnah Makassar mulai Kamis, 22 Sya’ban 1432 / 12 Juli 2012 hingga akhir Sya’ban (kajian masih berlangsung dan tautan pada laman  ini akan terus kami perbaharui). Semoga memberi banyak faedah.

  1. Muqaddimah, Bab Pertama, Bab Kedua
  2. Bab Ketiga - Bab Kesepuluh
  3. Bab Kesebelas - Bab Keempat Belas
  4. Bab Kelima Belas - Bab Kedua Puluh
  5. Bab Kedua Puluh Satu - Bab Kedua Puluh Enam
  6. Bab Kedua Puluh Tujuh - Bab Kedua Puluh Sembilan
  7. Bab Ketiga Puluh - Bab Tiga Puluh Tiga
  8. Bab Ketiga Puluh Tiga-Bab Ketiga Puluh Sembilan
  9. Bab Keempat Puluh-Bab Keempat Puluh Enam (Terakhir)

Selasa, 16 Agustus 2011

Tarawih: 8 Raka'at atau 20 Raka'at?


Bismillah ...

Sebelum kita masuk pada pembahasan "Mana yang afdhol sholat Tarawih 8 (delapan) atau 20 (dua puluh) raka'at", marilah kita mengerti dulu apa itu sholat Tarawih. “Tarawih” dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari تَرْوِيحَةٌ (Tarwiihah-tun), yang berarti waktu sesaat untuk istirahat. (Lisanul ‘Arab, 2/462 dan Fathul Bari, 4/294).

Dan تَرْوِيحَةٌ pada bulan Ramadhan dinamakan demikian karena para jamaah beristirahat setelah melaksanakan shalat tiap-tiap empat rakaat. Artinya,

Jumat, 05 Agustus 2011

Makan Sahur


Bismillah…

Makan Sahur adalah makan di waktu Shubuh yang mendekati waktu adzan untuk Sholat Shubuh. Makan Sahur ini sangat dianjurkan (sunnahkan) dalam syari’at Islam menurut kesepakatan para Ulama, karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sangat menganjurkannya dan mengabarkan bahwa pada Sahur itu terdapat berkah bagi seorang Muslim di dunia dan di akhirat.

Dalam hadits Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Minggu, 31 Juli 2011

Tata Cara Niat Puasa Ramadhan yang Diajarkan Rasullullah


Bismillah ...

Niat adalah syarat syahnya puasa, jadi suatu ibadah (puasa) tidak akan bernilai ibadah kalau tidak disertai niat yang ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasullah Shallallahu alaihi wa sallam, sehingga puasa kita tidak medapat balasan pahala dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

Karna Nabi telah berwasiat dalam haditsnya yang diriwayat oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Beliau Shallallahu alaihi wa sallam, yaitu Umar bin Khaththab radhiyallaahu ‘anhu:

Jumat, 29 Juli 2011

Cara Menentukan Masuknya Bulan Ramadhan


Bismillah ... 

صُوْمُوْا لِرُؤْيــَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ قَإِنْ غُمِّيَ عَلَيْكُمْ الشَّهْرُ فَعَدُّوْا ثَلاَثِينَ

 "Berpuasalah kalian karena melihatnya dan berbukalah kalian karena melihatnya dan apabila bulan tertutup atas kalian, maka sempurnakanlah menjadi tiga puluh." (Riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu)

Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas adalah hukum menentukan masuknya bulan suci Ramadhan. Bulan yang dimaksud untuk dilihat adalah bulan

Kamis, 28 Juli 2011

Belajar Puasa


Bismillah ...

Alhamdulillah, akhirnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberi waktu yang bermanfaat untuk kembali menulis. Mohon maaf buat saudara-saudaraku yang telah lama menanti tulisan yang baru, karna baru saat ini ada waktu luang dikarenakan banyaknya kegiatan dan sedikitnya waktu. Semoga sedikit ilmu ini memberi kita semua ibadah yang sempurna sehingga diterima dan dicatat sebagai amalan yang bernilai pahala. Amin…

Langsung ke pokok permasalahan, dikarenakan bulan Ramadhan tinggal menghitung hari, maka mulai hari ini hingga selama bulan Ramadhan kita belajar segala sesuatu yang berhubungan dengan ibadah-ibadah yang berhubungan dengan bulan suci umat Islam ini. Insya Allah…

Selasa, 16 Maret 2010

Urutan-urutan Tata Cara Berwudhu dengan Benar

Bismillah...

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga gambar ilustrasi 'Tata Cara Berwudhu' sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam. Wallahu a’lam

Pertama-tama, mencuci ke dua tangan dan membersihkan pada tiap sela-sela jari (hukumnya mustahab).

Kedua, berkumur-kumur (hukumnya mustahab) dan dibarengi atau bersamaan dengan menghirup air ke dalam hidung, lalu kemudian dikeluarkan lagi dari hidung (hukumnya wajib bukan rukun).  Seperti pada gambar di bawah :

Kamis, 11 Maret 2010

Cara Berwudhu dengan Benar


Bismillah...


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قَمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ وَإِنِ كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُواْ وَإِن كُنتُم مَّرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاء أَحَدٌ مَّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُواْ بِوُجثوهِكُمْ وَأَيْدِيْكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجِ وَلَكِن يُرِيدُ لِيُطَهَّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


" Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka

Rabu, 27 Januari 2010

Hukum-hukum Dalam Sholat


Bismillahirohmaanirrohiim …

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa baraqatuh

Pada pelajaran selanjutnya ini, kita akan diajak untuk mengetahui hukum-hukum (ketentuan) dalam melaksanakan ibadah sholat. Agar nanti insya Allah diharapkan saudara-saudaraku yang seiman sudah dapat belajar sholat dengan baik dan tertib.

Ini adalah ringkasan dari tata cara shalat yang diajarkan oleh Rasullah Salallahu ‘alaihi wasallam. Sebagian besar kita nukilkan dari buku Sifat Shalat Nabi yang ditulis oleh Syaikh Al-Albani. Kemudian kita tambahkan hukum dari setiap gerakan dan bacaan shalat tersebut dari penjelasan
 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Recommended Post Slide Out For Blogger

Link Dakwah Sunnah

IP

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service